Keluarga Keduaku

  • Keluarga Keduaku

    Kring.....kring....kring ....terdengar bunyi handphone di kantongku, bergegas kuangkat,

    “Halo, Ini benar dengan saudari Ina Relawati?” tanya penelpon.

    “Iya, benar, dengan siapa?” jawabku.

    “Kami dari Sekolah Alam Auliya, besok saudari Ina Relawati datang untuk mengikuti tes seleksi guru ya?!” balasnya.

    “Inshaa Allah besok saya menghadiri tes tersebut, terima kasih untuk informasinya bu.”

     

                Dan kemudian hari berikutnya saya pun datang ke Sekolah tersebut untuk mengikuti tes. Perasaan bahagia bercampur deg-degan selama perjalanan. Sesampainya di pintu gerbang, saya disapa ramah oleh salah satu Ustadzah dan sekaligus menanyakan di mana tempat tes untuk calon guru. Setelah diarahkan, saya menuju tempat tes dan bertemu dengan calon-calon guru lainnya. Tes pertama yang kami laksanakan adalah outbond. Berbagai kegiatan outbond kami lakukan, ada 3 macam kegiatan. Yang salah satunya adalah merayap di medan tanah yang penuh lumpur. Ujian tertulis berkenaan dengan kompetensi guru dan pengetahuan umum adalah tes yang kedua. Waktu telah berjalan selama kurang lebih 2 jam. Tes selanjutnya adalah mengaji, micro-teaching, dan bakat atau kemampuan pribadi. Semua tes tahap pertama pun telah selesai, dan diumumkan yang lolos untuk mengikuti tes wawancara tahap kedua yang diikuti 5 peserta dari 20 calon guru. Saya salah satu dari 5 peserta tersebut, tentunya bangga dan bahagia saya rasakan.

     

                Sambil menunggu antrian untuk tes wawancara yang bertempat di musholla, saya menyelesaikan tes tertulis dari tahap pertama tadi yang belum terselesaikan. Ketika giliran tiba untuk wawancara, saya sempatkan baca “Bismillah” untuk mengawali kegiatan tersebut. Ada salah satu pertanyaan dalam wawancara tersebut yang membuat saya bimbang untuk menjawabnya, yaitu “Berapa gaji yang kamu inginkan?” tanya Bu Indah selaku pengelola Yayasan Sekolah Alam Auliya.

     

                Tes pun selesai, dan para peserta akan diberitahukan lewat telepon bagi yang diterima menjadi guru di Sekolah Alam Auliya sewaktu-waktu. Kurang lebih dalam waktu seminggu setelahnya saya ditelepon pihak Auliya bahwa saya diterima menjadi guru. Puji syukur langsung saya panjatkan kepada Allah setelah mendengar kabar baik tersebut.

     

                Segala sesuatunya telah saya persiapkan untuk hari pertama mengajar. Namun untuk awal waktu, saya adalah Guru Pendamping di salah satu kelas TK besar di sekolah tersebut. Kelas itu diberi nama “TK B Gambus”. Dan tak disangka, ternyata di Sekolah Alam Auliya, saya bertemu beberapa teman lama ketika masih mengenyam bangku kuliah. Kami pun mengobrol sejenak dan saya sempatkan bertanya-tanya pengalamannya selama di sini serta segala hal yang berkaitan dengan program kerja Sekolah Alam Auliya.

     

                Hari demi hari telah saya lewati dalam beraktivitas di Sekolah Alam Auliya. Selama mengajar dan mengikuti segala macam program di sekolah tersebut, saya merasa betah dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak serta sekolah. Apapun yang telah saya berikan dan saya terima di Sekolah Alam Auliya, tetap saya syukuri. Banyak kendala telah saya jalani, dari mengurus anak-anak, melaksanakan tugas lainnya seperti administrasi sekolah, kerajinan tangan menghias kelas, sampai menghadapi wali murid yang bermacam-macam karakter dan sifat. Namun, semua itu harus dihadapi dengan senang karena memang sudah tugas dan tanggung jawab untuk berkontribusi demi kemajuan dan pengalaman saya di dunia pendidikan.

     

                Hampir 2 tahun telah saya lalui di Sekolah Alam Auliya, ada rasa bangga dan kagum dari anak-anak, para guru, maupun sekolah itu sendiri. Yang pertama, saya tidak melihat keluh-kesah di raut wajah mereka ketika kegiatan sekolah sampai sore. Sambil menunggu jemputan para orang tua, mereka bermain-main dan didampingi Ustadz /Ustadzah yang setia menemai bahkan ikut dalam permainan mereka. Yang kedua, antar Ustadz/Ustadzah serta para wali murid, ramah tamah, kekeluargaan, dan sosialisasi yang baik selalu senantiasa kami rasakan dalam kegiatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar sekolah. Dan yang ketiga, perhatian serta pengertian yang besar diberikan oleh pihak sekolah dan yayasan dalam memenuhi kebutuhan para Ustadz/Ustadzahnya. Yang pada intinya adalah seperti keluarga sendiri yang saya rasakan di sekolah ini, sehingga beban pekerjaan secara psikologi maupun fisik terasa ringan saya jalankan.

     

                Saya sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak karena telah menerima saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar Sekolah Alam Auliya. Dan tentunya, permintaan maaf perlu saya sampaikan pula atas segala kekurangan diri saya pribadi dalam mengabdikan untuk dunia pendidikan di Sekolah Alam Auliya. Doa pun saya lantunkan untuk kemajuan sekolah ini dan kesejahteraan kita semua. Aamiin.