SILAT

  • "Ekskul SILAT"

    Salam Persaudaraan

    Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), atau biasa dikenal dengan SH terate adalah salah satu organisasi pencak silat yang ada di Indonesia. PSHT didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo di Madiun pada tahun 1922. Tujuan organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu ikut mendidik manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah serta ikut Memayu Hayuning Bawono, di samping itu juga mengajarkan bela diri pencak silat dimana didalamnya terkandung unsur-unsur olah raga, dan seni bela diri serta merupakan seni budaya bangsa Indonesia yang perlu di kembangkan dan dilestarikan. Materi Persaudaraan Setia Hati Terate (Panca Dasar) adalah materi Pencak silat yang ada dan diberikan kepada siswa PSHT. Materi tersebut meliputi :

    1.Persaudaraan
    2.Olahraga
    3.Kesenian
    4.Beladiri
    5. Mental kerohanian (ke-sh-an)

    Keberadaan PSHT dari tahun ketahun selalu mengalami perkembangan dan semakin meluas. Terbukti dengan menjamurnya tempat-tempat latihan baik di desa-desa maupun di sekolah-sekolah.

    Di Sekolahalam Auliya, PSHT juga menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler di samping music, komputer dan writing fun. PSHT Sekolahalam Auliya berdiri tahun 2010. Kegiatan ekstra  ini lebih diperuntukkan bagi santri SD, mulai dari SD 1 sampai SD 4. Kegiatan PSHT di SekolahAlam Auliya bertujuan untuk mengenalkan salah satu organisasi pencak silat yang ada di Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengenali bakat minat para santri di bidang ilmu bela diri serta menjadi salah satu alternative penyaluran hobi dalam bidang olah raga. Adapun materi yang diberikan meliputi pemanasan, kemudian dilanjutkan materi dasar untuk SD 1 dan 2 berupa pukulan dan tendangan, materi jurus seni untuk SD 3 dan 4. Materi jurus seni meliputi jurus tangan kosong, menggunakan golok dan yang terakhir menggunakan toya. Sesekali anak-anak diajak latihan fisik berupa lari menyusuri jalan ke Banyutowo atau sabung ringan.

     Secara umum latihan di tingkat SD lebih dikonsentrasikan untuk latihan jurus seninya, untuk latihan laga (sabung/fight) lebih sedikit, hanya sekedar pengenalan.  

    Program kegiatan ekstra kurikuler ini tidak akan berhasil tanpa adanya kerja sama yang baik antara pihak sekolah, dalam hal ini pelatihnya dan orang tua santri yang sangat diharapkan bisa mendorong putra putrinya yang mempunyai bakat dan minat untuk menekuni ilmu beladiri yang kedepannya diharapkan mampu mewakili Indonesia dalam kancah internasional.